Dokter kandungan mengimbau para wanita untuk rutin memeriksakan kesehatan rahim

Dokter kandungan di Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUP), Jakarta, mengimbau seluruh wanita dewasa untuk rutin memeriksakan kandungan meski hanya mengalami keputihan.

“Keputihan memang merupakan fase yang terjadi pada setiap wanita, baik saat mendekati fase subur, sebelum menstruasi atau setelah menstruasi. Keputihan mereka pasti sedikit meningkat,” kata Oni Khonsa saat siaran kesehatan di Jakarta, Selasa.

Dokter kandungan

member slot777

Keputihan ada beberapa jenis, yang bisa diukur dari tekstur cairannya, jelasnya. Keputihan yang normal berwarna bening, sedikit berlendir, dan tidak memiliki bau yang tidak sedap.

Meski keputihan merupakan hal yang wajar dialami setiap wanita, namun keputihan juga bisa menjadi gejala kanker serviks yang harus diwaspadai oleh wanita.

See also  AMAZON MEMPERTIMBANGKAN RENCANA DENGAN IKLAN DI PRIME VIDEO, IKUTI NETFLIX DAN LAINNYA

Oleh karena itu, wanita yang berusia di atas 21 tahun atau yang pernah melakukan hubungan seksual disarankan untuk rutin memeriksakan diri minimal tiga tahun sekali ke fasilitas kesehatan.

“Bila keputihan terlalu banyak dan berbau tidak sedap, kondisi ini perlu dipastikan. Serviks berada di daerah tertutup dan kita tidak bisa melihatnya. Jadi, kita harus memeriksakan kondisi serviks kita minimal di puskesmas. pusat ( puskesmas ),” kata Khonsa.

Keputihan akibat kanker serviks biasanya ditandai dengan volumenya yang banyak dan teksturnya yang keruh; vagina menjadi lembab atau terdapat campuran darah saat wanita tidak sedang haid.

Jika itu terjadi, wanita tersebut diduga sedang memasuki lesi atau stadium pra-kanker. Pada stadium yang lebih tinggi, selain keputihan, gejala yang dirasakan penderita bisa berupa nyeri panggul.

See also  2022 dalam Foto : Bagaimana Perjudian Putin di Ukraina Menjadi Rawa

“Saya sangat menyarankan para wanita untuk memeriksakan kesehatan leher rahim mereka meskipun mereka tidak memiliki gejala,” ujarnya.

Perlunya Memeriksa di Dokter kandungan

“Walaupun tidak ada gejala, terkadang kita menemukan tanda-tanda pra kanker dan ini sebenarnya momentum yang paling kita harapkan ketika kita sebagai dokter mendeteksi risiko kanker pada seorang wanita. Jadi, kita bisa menyelesaikannya,” imbuhnya.

Kanker serviks yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) dapat dideteksi melalui Acetic Acid Visual Inspection (IVA) atau pap smear, kata Khonsa.

Pada stadium tertentu, penderita bisa mendapatkan terapi penyinaran atau radioterapi untuk pengobatan kanker serviks.

Khonsa berharap agar semua wanita lebih peduli dengan kondisi leher rahimnya. Ia juga menyarankan agar deteksi dini dilakukan secara massal pada satu hari tertentu, misalnya Hari Kartini atau Hari Kemerdekaan Indonesia.

See also  Kerumunan Pro-Kremlin di Rusia Meratapi Tentara yang Tewas di Serangan Ukraina

Dengan demikian, semakin banyak wanita yang terinfeksi HPV dapat terselamatkan dan kankernya dapat dicegah memasuki stadium lanjut.

“Pemeriksaan rutin ini sangat melindungi perempuan, apalagi di negara kepulauan seperti Indonesia yang jumlahnya sangat banyak. Perlu diingat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Sama halnya dengan COVID-19,” ujarnya.

You May Also Like

About the Author: Admin